Fase lulus kuliah harusnya menjadi momen yang menyenangkan. Fase begadang tugas, tumpukan laporan praktek dan drama perskripsian telah selesai. Wisuda menjadi garis finish dengan gelar sudah tersisip di belakang nama. 

    Namun momen menyenangkan ini tidak berlangsung lama. Kenapa? Karena setelah wisuda, para freshgraduate sudah mulai bersiap untuk ke fase selanjutnya, yaitu mencari kerja. 

     Fase ini menjadi fase yang krusial karena freshgraduate mulai dikeliling oleh pertanyaan : “lebih baik kerja sesuai jurusan kuliah atau bidang yang lain”, “lebih baik cari bidang baru yang sedang hype atau kembangin bidang yang sudah ditekuni?” atau “ikut bootcamp dulu atau cari kerja langsung?”.

     Fase kebingungan-kebingungan ini menjadi fase yang wajar untuk dihadapi freshgraduate. Hal ini karena setelah lulus kuliah, kita sudah menghadapi dunia baru dengan kegiatan dan tantangan yang berbeda saat masih kuliah. Sebagai “seorang pemula” yang akan menghadapi dunia kerja, kebingungan freshgraduate dalam menentukan karir dikarenakan beberapa alasan berikut.

A. Belum tahu apa bidang yang ingin ditekuni

Setelah lulus kuliah, freshgraduate mengalami tahap eksplorasi karir dan mengenal diri sendiri. Mereka masih belum yakin menekuni suatu bidang yang disukai, bidang apa yang sesuai dengan passion dan bidang apa menjanjikan di era sekarang. Oleh karena itu, mereka mengalami kebingungan karena harus memilih dan menimbang banyak pilihan karir.

B. Tekanan sosial dari lingkungan sekitar

Lingkungan terdekat kadang menjadi sumber dari beban pikiran selama fase mencari kerja. Mereka menghadapi berbagai tekanan emosional seperti bolak-balik merevisi CV dan portofolio, sering dighosting setelah melamar, jadwal wawancara yang mendadak hingga penolakan langsung tanpa screening CV terlebih dahulu. Di sisi lain, progress teman yang terlihat lebih mudah dan sudah bekerja menjadi penambah overthinking saat menjadi jobseeker. 

C. Minimnya pengalaman kerja

Sebagai lulusan baru, freshgraduate terkadang masih belum memiliki banyak pengalaman kerja secara nyata. Hal ini dikarenakan saat menjadi mahasiswa hanya fokus dengan kegiatan akademik. Meskipun kadang mereka memiliki 1 atau 2 pengalaman magang saat kuliah, pengalaman ini masih dinilai kurang apalagi saat pengalaman yang dimiliki berbeda dengan bidang yang akan digeluti saat lulus kuliah.



Solusi yang dapat diterapkan saat kamu mengalami kebingungan karir

     Sebenarnya, fase kebingungan ini wajar dialami oleh freshgraduate. Namun, hal yang penting adalah berusaha untuk  mencari solusi atas kebingungan karir tersebut dengan melakukan beberapa cara berikut.

A. Jangan mulai takut untuk memulai 

Takut adalah bagian yang penting untuk dihilangkan. Tidak perlu menunggu untuk sempurna untuk mulai. Terkadang saat kita mulai untuk maju perlahan, kejelasan itu akan pelan-pelan muncul dan mampu menuntunmu untuk menemukan karir yang tepat. Sebuah langkah kecil adalah proses yang bagus daripada diam dan tidak bergerak sama sekali. 

B. Melatih diri untuk meregulasi emosi dan pikiran.

Proses menjadi jobseeker, sangat menguras emosi dan pikiran karena penuh dengan penolakan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, penting untuk meregulasi emosi dan pikiran agar tidak mudah stress dan overthinking. Meskipun sulit untuk dihindarin, mulai belajar untuk mengontrol sesuatu yang bisa kita kontrol seperti memperbaik CV agar lebih dilirik oleh recruiter, mengurangi bermain sosial media dan meningkatkan skill.

C. Mulai mencari pengalaman kerja dengan bidang yang sama

Jika kamu sudah mengetahui bidang yang akan ditekuni dan mencari pengalaman, cobalah untuk mulai mendaftar magang, volunteer dan freelancer di bidang terkait untuk menambah pengalaman. Dengan mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari berbagai kegiatan dapat memperkuat portofolio dan memperbesar peluang untuk dilirik recruiter.

     Fase bingung dalam mencari arah karir setelah lulus adalah hal yang wajar dan normal untuk dihadapi oleh para freshgraduate. Momen kebingungan ini menjadi sebuah proses untuk menemukan karir yang tepat. Tidak perlu cepat dan terburu-buru, karena setiap orang punya jalannya masing-masing. Semangat para jobseeker!